SOERATKABAR.COM, Jakarta – Minola Sebayang menanggapi tuduhan dan ucapan Sarwendah di podcast Denny Sumargo, soal adanya pinjol hingga dugaan perselingkuhan oleh Ruben Onsu. Sarwendah menduga perselingkuhan terjadi gegara pengiriman kasur oleh Ruben.
“Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Emangnya Ruben dekat dengan orang lain? Ruben itu endorse tempat tidur (kasur). Kalau dia dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, apakah itu tandanya dia selingkuh? Sebelum ada isu selingkuh, kan saya sudah bilang dia endorse kasur. Kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah,” kata Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Minola, isu perselingkuhan justru mengaburkan persoalan utama yang sedang dihadapi kliennya, yakni terkait komunikasi dan hak bertemu anak-anak.
“Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak bisa berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh? Kasur? Kejauhan,” ujarnya.
Minola meluruskan polemik mengenai dokumen aset, termasuk rumah di Rempoa. Ia membantah adanya permintaan surat rumah dari Sarwendah oleh Ruben. Sebaliknya, kata dia, pihak Ruben yang lebih dulu mengirim surat kepada kuasa hukum Sarwendah untuk meminta sertifikat vila yang masih dikuasai Sarwendah.
Minola menuturkan intinya menyatakan keberatan menyerahkan dokumen karena masih ada perhitungan harta bersama. Ia kemudian menyinggung rangkaian konferensi pers yang dilakukan kedua belah pihak setelah itu.
Menurutnya, pihak Sarwendah lebih dulu membawa persoalan tersebut ke ruang publik dengan menyampaikan isu nafkah anak.
“Tiba-tiba tanggal 31 Mei 2024, mereka preskon duluan dengan judul ‘Ruben sudah tidak nafkahi anak sejak akhir tahun 2023’. Malamnya kami gunakan hak jawab kami. Besoknya mereka preskon lagi. Gara-gara dia preskon lagi, Ruben minta saya keluar lagi membalas. Di situlah saya bilang, ‘Kenapa sih kita berbalas pantun?’,” kata Minola.
“Jadi siapa yang membawa masalah ini pertama kali ke ranah publik? Mereka muncul duluan soal nafkah. Kalau soal nafkah, kenapa nggak disampaikan ke ayahnya? Malah ke publik. Patut diduga ada niat memojokkan dan mempermalukan Ruben,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Minola memperlihatkan sejumlah percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah yang disebut menunjukkan sulitnya komunikasi mengenai pengasuhan anak.
Menurut Minola, isi percakapan itu memperlihatkan Ruben beberapa kali meminta agar ada koordinasi terkait kegiatan anak-anak, termasuk pembagian rapor dan jadwal bertemu. Namun, komunikasi dinilai tidak berjalan efektif sehingga Ruben menunjuk kuasa hukum.
“Makanya karena tentang anak ini nggak nyambung, Ruben tunjuk pengacara. Bukan untuk ngerebutin, tapi biar ada kesepakatan yang jelas,” ujarnya.
Selain itu, Minola turut membantah tudingan Ruben memiliki pinjaman online yang disebut-sebut menjadi alasan kedatangan debt collectoe ke rumah Sarwendah.
“Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol. Kalau pinjol, OJK tuh sudah ada aturan tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja. Lagipula ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank? Kalaupun debt collector datang ke rumahnya dia (Sarwendah), kan berarti pinjolnya sekarang nih setelah berpisah. Kan nggak mungkin Ruben memberikan alamat rumah Cilandak,” jawab Minola.
“Setahun ini sudah kita sanggah, alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Ngapain pinjol datang ke rumah yang jelas-jelas Ruben nggak ada di situ? Pakai logika aja, hukum itu logika,” tegasnya. (dtk)
