SOERATKABAR.COM, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)
Sebanyak 60% saham yang sebelumnya dipegang PSBI nantinya akan beralih ke Kemenkeu. Pengalihan saham ini dilakukan pada September 2026.
Lantas bagimana nasib PSBI setelah proses pengalihan saham ini?
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria membenarkan bahwa kepemilikan saham BUMN akan dialihkan ke Kementerian Keuangan.
“Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan,” ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Saat ditanya apakah dengan pengalihan ini maka PSBI akan dihentikan, Dony tidak menjawabnya dengan lugas. Ia hanya mengatakan saham PSBI akan lebih dulu dialihkan. Dan yang terpenting kata Dony adalah proses pengalihan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Dengan begitu persoalan utang ini bisa segera rampung.
“Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus,” katanya.
Sebagi informasi, proses pengambilalihan saham ini terjadi usai Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Langkah ini sebagai bagian dari upaya restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau dikenal dengan Whoosh.
Dalam proses itu, Purbaya memastikan penyelesaian restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, penyelesaian utang tersebut akan dilakukan melalui dua lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.
“Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN,” terang Purbaya.
Dana untuk pembayaran utang kereta cepat nantinya bisa bersumber dari keuntungan SMV. Purbaya memastikan anggaran yang dimiliki pada dua SMV tersebut cukup.
“Ada dua (SMV). SMV kan punya untung juga kan, sebagian dialihkan ke situ keuntungan, kira-kira begitu gambaran kasarnya,” jelas Purbaya. (dtk)
