SOERATKABAR.COM, Jakarta – Aktris Tengku Dewi, membagikan pengalaman kesehatan saat menjalani medical check-up. Ibu dua anak itu mengungkapkan, sempat divonis mengidap kista akibat ketidakseimbangan hormon beberapa bulan ke belakang.
Pengalaman tersebut sempat dibagikan, ke publik melalui media sosial pribadinya sebelum akhirnya dinyatakan pulih tanpa perlu tindakan bedah.
“Beberapa bulan ke belakang tuh aku sempat didiagnosis sama dokter tuh kena kista. Jadi kalau teman-teman ngelihat di Instagram aku, aku sempat ada posting. Tapi akhirnya udah hilang kistanya,” kata Tengku Dewi saat ditemui di RSK Dharmais, Jakarta Barat, Jumat (30/102/2026).
Tengku Dewi menjelaskan, awal mula kecurigaan muncul ketika siklus menstruasinya mengalami gangguan. Setelah sempat tidak mengalami menstruasi, ia justru mendapati pendarahan haid yang berlangsung tidak wajar hingga lebih dari dua pekan.
“Nah, jadi tuh kasusnya kemarin gara-gara belakangan hormon aku kayaknya gak stabil, jadi aku gak menstruasi. Terus tiba-tiba sekalinya menstruasi panjang lebih dari dua minggu, akhirnya aku cek ke dokter,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut sempat memberikan hasil yang membuatnya terkejut. Tengku Dewi mengaku sangat syok, lantaran baru pertama kali dalam hidupnya menerima vonis kista dari dokter.
“Ternyata memang dari segi hormon perempuan itu berubah-berubah gitu lo. Dia bilang, ‘Ini ada kistanya nih.’ Wah, itu aku syok banget karena pertama kali dalam hidup aku, gak pernah-pernah nih,” bebernya.
Setelah mendapati kondisi tersebut, Tengku Dewi menyadari faktor kelelahan dan beban pikiran akibat rutinitas pekerjaan turut mengacaukan stabilitas hormon tubuh. Ia langsung bergegas membenahi pola hidup secara disiplin.
“Di saat kita capek, stres, namanya ibu kerja dan lain-lain mungkin ada stres-stresnya juga ya. Itu ngaruh banget ke hormon dan jadi hormonnya ngacak, jadinya tuh ke penyakit,” terangnya.
Hilangnya kista tersebut, seiring stabilnya kondisi hormon membuat Tengku Dewi semakin sadar akan pentingnya menjaga tubuh. Pengalaman tersebut, kini mendorongnya untuk lebih rutin melakukan deteksi dini demi mencegah risiko penyakit berbahaya lainnya.
“Perempuan itu benar-benar harus rajin-rajin dicek dan kita harus rajin-rajin aware,” pungkasnya. (dtk)
