Cerita Penggemar Berat Dara Puspita, Datang dari Amerika Khusus untuk Reuni Dara Puspita

Jakarta: Lenny Smith, seorang warga negara Amerika, datang jauh-jauh ke Jakarta untuk menyaksikan momen bersejarah, reuni grup band asal Surabaya, Dara Puspita. Reuni Dara Puspita terjadi dalam festival musik Synchronize Festival, pada 8 Oktober 2022, di Gambir Expo Kemayoran.
 
Uniknya, Smith tidak punya latar belakang Indonesia. Dia secara tidak sengaja menemukan video dan lagu Dara Puspita di internet. Sejak saat itu, dirinya menjadi penggemar berat. Bahkan, Smith sampai terbang ke Belanda untuk hadir ke pameran tentang Dara Puspita, dan menemui personel Dara Puspita.
 
“Saya dengar musik mereka di internet, saat pertama hanya 2 lagu kemudian saya menemukan lagi dan lagi. Saya besar di Amerika Serikat, di kota Portland, Maine,” kisah Smith tentang “pertemuan” pertamanya dengan Dara Puspita.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada tahun 2006 seseorang mengunggah di Facebook video Dara Puspita. Saya sangat tertarik dan ingin terus mencari tahu mengenai mereka. Kemudian saya ke Belanda tahun 2016 untuk bertemu Lies dan Titiek AR. Kemudian saya datang ke Jakarta tahun 2018 dan memiliki kesempatan untuk bertemu Susy dan Titiek Hamzah.”
 
Bagi Smith, Dara Puspita punya keunikan tersendiri yang tidak dia temukan dari grup band lain. 
 
“Banyak perempuan yang bermain musik rock and roll tapi cara mereka memaikannya seperti berbicara ke saya bahwa mereka mencintai rock and roll, seperti cara saya mencintai rock and roll. (Perangai personel) Dara Puspita tidak dibuat-buat agar disukai, sangat ceria, menyenangkan dan ‘hidup’, suara mereka bagus,” kata Smith saat ditanya soal alasannya menggemari Dara Puspita.
 
Smith tak mengerti bahasa Indonesia. Hal ini menarik karena sebagian besar lagu-lagu hit Dara Puspita berbahasa Indonesia. Tetapi, hal itu tidak menghalanginya untuk tetap jatuh cinta dengan band yang sempat esksis di Eropa pada akhir era 1960-an itu.
 
“Saya tidak tahu bahasa Indonesia dalam lagu Dara Puspita. Ada beberapa yang bantu menerjemahkan untuk saya. Ada seorang perempuan Indonesia di Maine (daerah tempat tinggal Smith) yang mengajar bahasa Inggris. Dia bantu saya menerjemahkan lirik, menerjemahkan materi-materi tentang Dara Puspita.”
 

(Reuni Dara Puspita di Synchronize Festival)
 

Mimpi Smith menyaksikan secara langsung Dara Puspita tunai sudah. Tak terbayangkan sebelumnya, grup yang bubar tahun 1972 ini kembali ke atas panggung. Terlebih, para personel Dara Puspita tinggal berjauhan. Titiek AR dan Lies AR tinggal di Belanda. Drummer Susy di Sidoarjo, sedangkan bassist dan vokalis Titiek Hamzah di Jakarta.
 

Sebenarnya, Dara Puspita sudah beberapa kali mendapat tawaran konser reuni. Namun, mereka belum dapat menyanggupi sampai pada akhirnya terwujud pada Synchronize Festival 2022.
 

“Saya tidak pernah terbayang akan melihat mereka tampil bersama, jadi saya tidak akan melewatkannya.”
 

“Sangat menyenangkan melihat mereka bersama di panggung bermain bersama lagi dan mereka menginspirasi banyak musisi perempuan di Indonesia. Sangat menyenangkan melihat mereka menyerahkan spirit mereka ke yang lebih muda,” tukas Smith.
 

Dalam konser reuni di Synchronize Festival, Dara Puspita menggelorakan semangat bagi para musisi perempuan di Indonesia. Mereka tampil berkolaborasi dengan sejumlah musisi perempuan Indonesia generasi hari ini, yaitu band perempuan Fleur, Bonita, dan Endah Widiastuti. Tampil juga Nonaria, The Dare, hingga trio MMS (Mar Galo dari Jirapah, Mela dan Sari dari White Shoes and The Couples Company), yang membawakan lagu-lagu Dara Puspita.

Baca juga artikel tentang penampilan reuni Dara Puspita: Reuni Mengharukan Dara Puspita di Synchronize Festival setelah Bubar 50 Tahun Silam

Simak wawancara eksklusif bersama Dara Puspita di bawah ini:
 

 
 

(ASA)

Exit mobile version