Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan pelemahan dipicu oleh gerakkan nilai tukar rupiah serta sikap investor terhadap pengumuman suku bunga yang lebih tinggi.
“Investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, di sisi lain, pergerakan masih akan ditekan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi pada bulan depan,” jelasnya dalam riset, Senin, 10 Oktober 2022.
Menurutnya, IHSG akan bergerak pada kisaran level support 6.965-6.995 dan resistance 7.068-7.111.
Di sisi lain, pergerakan IHSG yang melemah hari ini merupakan imbas dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat akhir pekan lalu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Wall Street turun tajam di perdagangan terakhir pekan lalu menyusul laporan pekerjaan yang solid untuk September yang meningkatkan kemungkinan Federal Reserve (The Fed) makin agresif dalam menaikkan suku bunga yang dikhawatirkan investor akan mendorong ekonomi Amerika Serikat ke dalam resesi.
Wall Street mendapat sentimen dari data tingkat pengangguran yang turun menjadi 3,5 persen, lebih rendah dari ekspektasi 3,7 persen. “Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat dari agresivitas kenaikan suku bunga,” ucapnya.
(ANN)
