Israel Ancam Bombardir Fasilitas Energi Iran Jika Diserang

SOERATKABAR.COM, Tel Aviv – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, kembali melontarkan ancamannya untuk membombardir fasilitas energi Iran, jika negara itu melancarkan serangan baru terhadap Israel.

“Mengingat kemungkinan Iran dapat memutuskan untuk bertindak melawan Israel, saya menegaskan kembali peringatan saya kepada para pemimpin Iran,” kata Katz dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Jumat (11/9/2026).

“Setiap serangan terhadap Israel, dengan alasan apa pun dan dari lokasi mana pun, akan dibalas dengan respons yang tegas,” tegas Menhan Israel tersebut dalam pernyataan pada Kamis (10/9).

“Hal ini mencakup serangan terhadap fasilitas energi vital,” ucap Katz, memperingatkan Teheran.

Dia menambahkan bahwa “sesuai dengan instruksi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan instruksi saya sendiri, militer siap untuk melaksanakan misi ini”.

Ancaman terbaru itu dilontarkan Katz dalam pernyataan video yang dirilis sepekan setelah melontarkan peringatan serupa kepada Teheran.

Pekan lalu, Katz mengatakan bahwa Iran sedang menghadapi “tekanan ekonomi yang berat dan mencekik” dari Amerika Serikat (AS).

Washington telah memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran, saat kedua pihak kembali saling melancarkan serangan di tengah kebuntuan negosiasi untuk mengakhiri konflik. Situasi semakin memburuk ketika kedua negara berselisih mengenai masalah pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.

Pekan ini, pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran, dalam serangan yang disebut Washington untuk merespons tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) “menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik sebanyak dua kali dalam dua hari terakhir”.

Serangan itu merupakan kedua kalinya pasukan AS menargetkan kapal tanker Iran dalam waktu kurang dari seminggu sebagai balasan atas serangan terhadap kapal militer AS.

Sebagai pembalasan, IRGC menargetkan dua kapal militer AS, delapan kapal tanker minyak, dan 10 kapal lainnya yang berupaya melintasi zona terlarang di Selat Hormuz. IRGC juga mengklaim telah menyita sebuah drone bawah laut AS yang canggih di gerbang masuk Selat Hormuz. (dtk)

Exit mobile version