Gubernur Berharap INAMPA Bisa Membantu Promosikan Kepri Kepada Dunia

 

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad  menerima kunjungan kehormatan Indonesian Maritime Pilots’ Association (Inampa) di Ruang Kerjanya di lantai 4, Kantor Dompak, Tanjungpinang, Selasa (5/10).

Dalam kesempatan ini Gubernur meminta kepada Inampa untuk menentukan tugas dan fungsinya terkait kewenangan Provinsi Kepulauan Riau terkait dengan ketentuan 12 mil laut.

Gubernur juga telah menugaskan Asisten II, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan dan BUP untuk bersama-sama membahas porsi-porsi mana yang direkomendasikan dan menentukan posisi yang pasti Inampa dalam melaksanakan kegiatan di Kepulauan Riau.

Gubernur mengatakan, guna mendorong percepatan investasi atau market dengan posisi yang jelas, kewenangan Provinsi sekarang ini dibatasi dengan aturan-aturan dalam pengelolaan 12 mil laut.

“Dengan adanya Inampa sebagai wadah profesional dengan peran utama sebagai pelaksana keselamatan maritim, semoga ke depan dapat mendukung penuh program Pemerintah terkhususnya dalam mewujudkan Kepri sebagai maritim dunia,” katanya.

Gubernur  berharap, apa yang dilakukan Inampa bisa menjadikan Kepri semakin dikenal di kancah internasional dalam kemajuan kemaritimannya.

“Upaya-upaya kita ini untuk peningkatan layanan jasa kemaritiman dengan menggunakan win-win solution,” kata Gubernur.

 

President Inampa Pasoroan Herman Harianja menjelaskan Inampa adalah asosiasi para perwira pandu yang ada di seluruh Indonesia dengan empat tugas pokok utamanya Maritime Safety, Maritime Security, Maritime Environmental Protection serta Maritime Sustainability.

Anggota Inampa sendiri sekitar 1.500 orang di seluruh Indonesia, karena ini merupakan pekerjaan khusus, sehingga tidak semua  orang bisa melakukannya. Sejak 2017 Inampa sudah menjadi International Maritime Pilot’s Asociation (IMTA) dengan akses sebanyak 187 negara.

Lebih lanjut, mantan Direktur SDM Pelindo I ini mengatakan bagaimana potensi yang dimiliki dalam persepektif ALKI yang secara khusus dibahas Selat Malaka dan Perairan Kepri.

Perputaran ekonomi Kepri berada di Asia, artinya Asia memegang peranan yang sangat penting. Containers sekarang hampir 80 persen ada di Asia, itu yang di lihat dari perspektifnya.

“Hari ini Cina sedang membangun darat dan laut, dan salah satu yang dilewatinya Selat Malaka. Kalau hari ini mendapatkan 200 kapal, maka didalam jalur sutera akan tinggi sekali kesempatan kita,” terang Herman.