Hadiri HUT Karimun ke-22, Gubernur Sebut Momen Untuk Berbenah

 

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun serta masyarakatnya karena sejauh ini capaian pembangunannya cukup baik dan membanggakan. Hal ini, menurut Gubernur merupakan modal dasar untuk memotivasi semangat semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperjuangkan apa saja yang ingin dicapai oleh masyarakat Karimun ke tingkat pusat.

“Momen ini merupakan ajang untuk evaluasi, mengukur, menilai keberhasilan-keberhasilan yang sudah kita capai dan mempercepat perjalanan program yang sudah kita selesaikan agar ke depan lebih baik lagi,” kata Gubernur saat menghadiri Hari jadi Kabupaten karimun ke-22, Rabu (13/10) di Karimun.

Pemerintah saat ini dihadapkan dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Sehingga dibutuhkan kesungguhan, kerja keras semua pihak agar semua kebutuhan dinamis tersebut bisa dipenuhi. Bahkan walaupun saat ini sedang dilanda krisis keuangan karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

 

“Tidak ada cara lain kecuali kerja keras dan kebijakan pengetatan keuangan daerah,agar uang yang ada bisa digunakan dengan skala prioritas,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan tiga program penting yang harus dilakukan Pemerintah saat ini, yang merupakan turunan kebijakan dari Pemerintah pusat. Yakni menyangkut penanganan Covid-19, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi serta akselerasi pertumbuhan invetasi dan ekosistem ekonomi yang lebih baik.

Saat ini pandemi di Kepri ditegaskan Gubernur sudah melandai, namun Pemerintah Daerah bersama stakeholder lainnya harus terus mengawal agar tidak terjadi fluktuasi lagi.

“Berdasarkan asesmen yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan berbagai penilaian pendukung, bahwa Kepri saat ini menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang berada di level 1 PPKM nya,” kata Gubernur.

Meski saat ini belum semua Kabupaten dan Kota di Kepri berada di level 1, namun Gubernur yakin berdasarkan pengumuman asesmen berikutnya akan ada tambahan Kabupaten dan Kota di Kepri yang akan turun ke level 1. Dan jika semua daerah sudah berada di level 1, maka mobilitas orang antar daerah akan lebih longgar dan kebijakan pemulihan ekonomi bisa berjalan leluasa lagi.

“Namun demikian, prokes harus tetap kita berlakukan dengan ketat,” tegas Gubernur lagi.

Dalam kesempatan ini Gubernur juga menyampaikan sejumlah program kerja untu Pemerintah Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun, diantaranya rencana pembangunan gedung Workshop, yang rencananya akan restrukturisasi, dan bahkan sudah ada pembicaraan dengan Menteri Tenaga Kerja. Rencana gedungnya Pemerintah Daerah yang membangun, sementara kebutuhan peralatannya akan diisi oleh Pemerintah Pusat.

Kemudian menyangkut pengembangan bandara H Abdullah, yakni rencana perpanjangan landasan dari 1200 meter menjadi 1600 meter sudah ditinjau bersama Kementerian Perhubungan. Menyangkut pembebasan lahan, Pemerintah Pusat minta disegerakan oleh Pemerintah Daerah, yakni dengan sistem bagi anggaran antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Insya Allah tahun 2022 akan kita bebaskan dan sudah kita sampaikan ke Presiden waktu beliau ke Batam. karena problem di Karimun adalah bandara. Setidaknya diperpanjang agar pesawat lebih besar bisa masu,” kata Gubernur.

Program lainnya adalah mengenai pelabuhan Molarko serta rencana FTZ menyeluruh di Bintan dan Karimun.

“Ini semua jadi prioritas Pemprov Kepri disini yang kita kejar ke pusat. Semoga saja semua berjalan lancar dan pertumbuhan perekonomian di Kepri bisa merata,” tutupnya.