Didepan Praja IPDN, Gubernur Ansar Berbagi Kiat Menjadi Pemimpin

 

 

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyampaikan rasa bangga dan suka citanya bertemu dengan para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Gubernur menyebut Praja IPDN sebagai aset Provinsi Kepulauan Riau yang tak ternilai harganya.

“Karena saudara sekalian adalah insan pilihan yang telah melalui berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah dan ketat sebagai calon pemimpin di masa depan,” kata Gubernur Ansar saat bersilaturahmi bersama Praja IPDN Tingkat I, II, III dan IV di Aula Wan Seri Beni Dompak, Jumat (24/12).

Hadir dalam kesempatan itu Asisten II Syamsul Bahrum, Asisten III Muhammad Hasbi, Staf Khusus Gubernur Suyono dan Basyaruddin Idris, para Kepala OPD yang merupakan Alumni IPDN, serta hadir 82 dari 84 orang Praja IPDN Tingkat I, II, III dan IV.

Gubernur Ansar mengaku berharap setiap tahunnya ada Praja asal Kepri yang mengukir prestasi terbaik di IPDN. Untuk mencapai hal tersebut, menurut Gubernur membutuhkan kiat khusus.

 

“Maka tidak ada kata lain jika kita ingin meraih itu semua harus dengan  kerja keras, bangun inovasi, serta selalu rajin belajar untuk menambah wawasan,” ujar Gubernur.

Kemudian Gubernur Ansar mengibaratkan IPDN sebagai laboratorium kepemimpinan. Lulusan IPDN dipersiapkan sebagai pamong-pamong, dan pemimpin pada berbagai tingkatan.

“Namun pemimpin tidak akan sukses tanpa dimodali kesungguhan, keinginan, dan tekad yang kuat. Kalau itu ditanamkan dalam hati, maka Insya Allah Praja Kepri dapat mengukir prestasi,” pesan Gubernur Ansar.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ansar tak lupa memaparkan keadaan Provinsi Kepri sebagai Provinsi ke 32 di Indonesia. Serta proyek-proyek strategis yang sedang dan akan berjalan. Terakhir Gubernur bercerita mengenai perjalanan karirnya sampai menjadi seorang Gubernur saat ini.

“Yang saya ceritakan ini harap untuk dijadikan motivasi, karena ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah sejauh mana ia dapat memberikan yang terbaik kepada siapa yang dipimpinnya,” tutup Gubernur.