SOERATKABAR.COM, Batam – pemotongan tanah urug di bukit layang piayu mangsang di keluhkan warga di sekitar lokasi di saat musim panas dan musim hujan, selain itu juga menghambat aktivitas warga pengguna jalur padat tersebut apalagi di saat dumtruk roda 10 mereka beraktifitas masuk jalan raya di saat cuaca panas debu banyak beterbangan
Salah satu pemilik toko bangunan bintang timur, Ahuat mengatakan kepada awak media Sabtu (18/03/2023), sangat mendukung dengan adanya pengembangan dan pembangunan kota Batam, tapi sangat menyesalkan dengan pemotongan bukit yang tidak memikirkan sebab akibat yang akan datang, seharusnya sebelum melakukan kegiatan pihaknya sudah memikirkan sepadan kiri kanan batas lahan tersebut.
“Permasalahan sekarang yang terjadi disaat musim hujan, air dari atas bukit turun ke bawah dan membanjiri lokasi toko bangunan milik saya dan disaat musim panas banyak debu yang berhamburan karena lokasi lahan tersebut ada di tepi jalan raya yang menjadi akses jalur padat masyarakat lalu lalang,” ujar Ahuat.
Menurut Ahuat sebagai warga dan pengusaha material bahan bangunan Bintang Timur meminta kepada pihak pengelola Cut and Fill tersebut untuk membuat saluran air parit atau pasang gorong-gorong untuk mengantisipasi di saat musim hujan turun, karena dipertengahan bulan Februari 2023 kemarin jurah hujan di Batam sangat tinggi dan air hujan yang dari bukit pemotongan tersebut sebagian besar membanjiri lokasi warga yang tinggal di sekitar lahan tersebut salah satunya tempat usaha, karena air yang banjir dari bukit tersebut bercampur tanah dan lumpur
“Kejadian banjir itu sudah pernah di sampaikan kepada perangkat RT setempat, dan katanya akan secepatnya di sampai kepada pengelola dan secepatya di di cari solusi dan segera di pasang parit atau gorong-gorong tapi kenyataannya sampai saat ini belum juga di tindak lanjuti atau di kerjakan juga,” tambahnya.
Di hari yang bersamaan Lurah mangsang Heryawan mengatakan bahwa apa yang menjadi keluhan dan permasalahan warga dengan Lingkungannya akan segera dan secepatnya beliau akan kordinasi kan dengan perangkat RT/RW setempat.
“Terdampaknya warga di sekitar lokasi pemotongan lahan di bukit layang piayu mangsang baik dampak dari banjir dan debu nanti saya akan konfirmasikan ke RT dan RW saya, kepada awak media beliau mengatakan soal perizinan dan legalitas pengembang dan pengelola Cut and Fill silahkan di konfirmasi ke dinas terkait DLH dan BP Batam atau langsung kepada perusahaan pengembang, tutupnya singkat,” pungkas Heryawan.
Penulis: Sukma Andry
