SOERATKABAR.COM, Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo hadir dalam acara peluncuran proyek pembangunan perumahan kerja sama antara Indonesia dan Grup Qatar (Al Qilaa International Group).
Acara ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU yang sebelumnya dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dan Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Januari 2025 lalu.
Fahri mengatakan persiapan proyek ini telah dibicarakan dengan pihak Qatar sejak tahun lalu. Saat ini pihaknya telah siap untuk membangun perumahan terjangkau berkonsep apartemen bagi masyarakat. Rencananya akan ada 1 juta unit apartemen dengan harga terjangkau dibangun secara bertahap.
“Hari ini Alhamdulillah karena tim yang hadir sudah lengkap, menandakan bahwa kita sangat siap. Sebagaimana pidato Bapak Presiden di Singapura beberapa hari lalu bahwa Indonesia siap bangun 1 juta unit vertical housing setiap tahun. Al Aqila dan grupnya datang untuk komitmen 1 Juta. Kita ingin sebagai Kementerian pasti melayani temen-temen kita dalam pembangunan ini,” kata Fahri dalam acara Launching Ceremony 1 Million Affordable Housing Apartments Units in Urban Area di Ritz Carlton Mega Kuningan, pada Kamis (26/6/2025).
Kemudian, Hashim menyampaikan proyek ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo yang mengatakan berdasarkan laporan terbaru, terdapat 15 juta keluarga yang tengah mendambakan hunian terjangkau.
“Ini misi mulia. Presiden Prabowo terima laporan kalau ada 15 juta keluarga yang masih menunggu rumah terjangkau. Tidak perlu tinggal di kumuh-kumuh atau tidak perlu di gubuk-gubuk,” ujar Hashim.
Chairman PT Al Qilaa International Indonesia Sheikh Abdulaziz Al Thani mengatakan pada tahap pertama akan ada 50 ribu unit apartemen yang dibangun. Kemudian, sisanya akan dibangun pada tahap kedua. Ada pun untuk groundbreaking masih belum ditentukan, saat ini pihaknya tengah melengkapi beberapa dokumen.
“Untuk proyek kami, kita memperkirakan akan ada sekitar 50 ribu unit. Setelah itu, kami akan melakukan fase 2 dengan 50.000 unit,” kata Sheikh Abdulaziz Al Thani.
Untuk fase pertama, pihak Qatar menyiapkan sekitar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun (Kurs Rp 16.232).
“Ini investasi yang besar. Untuk fase pertama, harganya akan menjadi sekitar 2,5 juta dolar. Saya pikir sekitar itu. Tapi ini rahasia, kita tidak bisa bilang apa-apa,” jelasnya.
Ia mengaku senang bisa bekerjasama dengan Indonesia berkat dukungan dari Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia. Ia mengaku ini merupakan proyek pertamanya di Indonesia dan mereka juga menggandeng Indosat Ooredoo.
Ada pun, yang bertindak sebagai pengembang dalam proyek ini adalah konsorsium Risjadson Land dan PT China Communications Construction Indonesia.
Dalam acara ini hadir pula Chief Operation Officer (COO) Dony Oskaria, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Lp Napitupulu, CEO BTN Zhang Huaping, Direktur Utama PT China Communications Construction Indonesia Stefan Mahir, Direktur Utama Risjadson Land Eugene Seah, hingga Direktur Utama DLS Consultancy Pte. Ltd. (dtk)













