Iran: Blokade AS Bukan Cuma Langgar Gencatan Senjata tapi Juga Kriminal

SOERATKABAR.COM, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata. Blokade AS juga disebut serta tindakan melanggar hukum dan kriminal.

“Apa yang disebut ‘blokade’ Amerika Serikat terhadap pelabuhan atau garis pantai Iran bukan hanya pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi Pakistan tetapi juga melanggar hukum dan kriminal,” kata juru bicara kementerian luar negeri Esmaeil Baqaei dalam sebuah unggahan di X dilansir AFP, Minggu (19/4/2026).

Pernyataan Esmaeil tepat ketika Presiden AS Donald Trump juga menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menembaki kapal-kapal.

“Selain itu, dengan sengaja memberikan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambah Baqaei.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa perwakilan AS akan melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, untuk bernegosiasi dengan Iran. Pernyataan Trump sambil menuduh Teheran melanggar perjanjian gencatan senjata di Selat Hormuz.

“Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz-pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis, dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak menyenangkan, bukan? Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan-mereka akan berada di sana besok malam, untuk negosiasi,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir CNN, Minggu (19/4).

Dalam sebuah wawancara dengan New York Post, Trump mengatakan utusan khusus Steve Witkoff akan pergi ke Pakistan dan bahwa menantunya Jared Kushner juga akan terlibat.

Trump juga mengklaim di media sosial bahwa tindakan Iran di sekitar jalur perairan strategis itu kontraproduktif, menambahkan, “Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat, yang aneh, karena blokade kita telah menutupnya. Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 juta dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun.”

Ia menambahkan bahwa pola pengiriman bergeser sebagai akibatnya. “Faktanya, banyak kapal saat ini menuju AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi ‘si jagoan!'” (dtk)