SOERATKABAR.COM, Mississauga – Pria keturunan Indonesia, Alvin Tedjo, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada. Dia mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam pemilihan tingkat kota yang menyedot perhatian luas.
Dilansir CBC dan Toronto Star, Selasa (27/10/2026), Tedjo meraih 74.479 suara atau 39,2%, mengungguli Parrish yang memperoleh 51.853 suara (27,3%) dan Crombie dengan 43.191 suara (22,7%).
“Merupakan suatu kehormatan seumur hidup bisa berdiri di sini sebagai wali kota Mississauga Anda yang berikutnya. Ini adalah tanggung jawab besar yang tidak saya anggap mudah,” ujar Tedjo dalam pidato kemenangannya.
Tedjo yang kini berusia 43 tahun menjadi orang keempat yang memegang jabatan tersebut dalam kurun waktu hampir setengah abad. Hal ini menandai pergeseran generasi yang signifikan di kota yang selama ini dipimpin oleh para veteran politik.
McCallion menjabat selama 36 tahun sebelum digantikan oleh Bonnie Crombie, yang memegang posisi tersebut selama hampir satu dekade, kemudian dilanjutkan oleh Parrish, seorang mantan anggota parlemen (MP) dan anggota dewan kota senior. Parrish mendoakan yang terbaik bagi wali kota terpilih dan menawarkan dukungannya jika sewaktu-waktu Tedjo membutuhkan saran.
Tedjo telah mencatat peningkatan dukungan yang signifikan selama masa kampanye. Jajak pendapat pada Agustus oleh Liaison Strategies menempatkan Tedjo di posisi keempat dengan selisih yang cukup jauh, hanya memperoleh 12% dukungan dari pemilih yang telah menentukan pilihan atau cenderung memilihnya, dibandingkan dengan Parrish dan Crombie.
Menjelang 22 Oktober, angka dukungannya naik menjadi 31%, melampaui Parrish yang berada di angka 28% dan hanya terpaut tipis di belakang Crombie yang meraih 35%. Tedjo kemudian terpilih dalam pemilihan yang digelar 26 Oktober waktu setempat.
“Saat kami memulai langkah ini enam bulan lalu, kami tahu perjuangan ini akan berat. Banyak orang mengatakan kami tidak mungkin menang dan sebaiknya tidak ikut serta,” ujar Tedjo.
“Saya ingin berjuang demi kota ini,” sambungnya.
Profil Alvin Tedjo
Toronto Star menyebut Tedjo tumbuh besar dengan pemandangan Balai Kota tepat di depan rumahnya. Orang tua Tedjo, yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia, menetap di Mississauga saat Tedjo berusia 4 tahun.
Dia tumbuh besar di pusat kota, di mana dia bisa melihat Balai Kota dari depan rumahnya. Dia pernah menjabat sebagai ketua pelajar di SMA dan menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Dia bertemu dengan wali kota saat itu, Hazel McCallion, pada pertengahan tahun 1990-an, ketika dia memenangkan penghargaan sebagai Young Citizen of the Year.
“Terjunlah ke dunia politik, anak muda,” ujarnya menirukan ucapan sang wali kota saat itu kepadanya.
Tedjo pernah menjabat sebagai penasihat dan staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario, serta menghabiskan 4 tahun bekerja di bidang hubungan pemerintah di Sheridan College. Kemudian, dia memimpin bagian strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Pada tahun 2022, Tedjo terpilih sebagai anggota dewan kota Mississauga. Baik Parrish maupun Crombie mengakui Tedjo adalah anggota dewan yang sangat baik, namun mereka juga berpendapat bahwa dia belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin kota tersebut.
Tedjo kemudian menjawab ‘Lihat saja nanti’ saat pengalamannya dipertanyakan. Dia juga mencatat bahwa di usia 43 tahun, dia sudah 10 tahun lebih tua daripada Wali Kota New York Zohran Mamdani. (dtk)













