SOERATKABAR.COM, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) sangat diminati di wilayah Indonesia Timur.
Saleh awalnya menyinggung data dari Kemendagri soal 7-16 persen masyarakat rentan kelaparan dan 21,5 persen stunting.
“Dari data Kemendagri, kita mendapat data bahwa 7 sampai 16 persen warga negara kita itu rentan dalam kelaparan dan 21,5 persen itu stunting. Kalau kita bicara stunting, kita yang ada di Jakarta mungkin enggak bisa lihat,” kata Saleh dalam Rembuk Nasional Pemuda ke-III di Jakarta, Sabtu (31/10).
Saleh kemudian mengatakan masalah stunting bisa dilihat di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, di Indonesia Timur, banyak kondisi bayi yang stunting dan kurang gizi.
“Tapi kalau kita di daerah, NTT atau Papua, kalau kita turun ke bawah, kita akan merasakan bagaimana anak-anak bayi itu stunting, kekurangan gizi, dan sangat-sangat memprihatinkan, ya,” katanya.
Oleh karena itu, Saleh mengatakan program MBG sangat diminati di Indonesia Timur. Saleh yang berasal dari Ternate, Maluku Utara, banyak menerima permintaan dari masyarakat agar program itu tidak dihentikan.
“Oleh karenanya itu kenapa kalau kita lihat MBG itu sangat-sangat diminati khususnya di Indonesia Timur. Saya enggak tahu kalau di Jakarta, MBG diminati enggak? Diminati, ya? Tapi di daerah saya, saya dari Ternate, Maluku Utara, Halmahera, warga saya, saya tanya di sana mereka sangat minta agar MBG itu tidak, ya, dihentikan, ya. Ini kondisi nyata bangsa kita,” ujarnya. (cnni)













