Karpet Merah Mandalika bagi Pelancong : Okezone Travel

NTB- Pagelaran MotoGP 2022 yang digelar bulan ini di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengundang rasa penasaran untuk mengunjungi event internasional yang digelar #DiIndonesiaAja. Bagaimana persiapan penunjang seperti transportasi, akomodasi atau perhotelan, dan fasilitas lainnya untuk mendukung kesiapan event paling epic tahun ini?

Pemerintah sangat serius dalam menggarap gelaran event di Sirkuit Mandalika. Persiapan fasilitas pendukung sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Apalagi demi menyambut ratusan ribu wisatawan dari dalam dan luar negeri, wajah Nusa Tenggara Barat kini beralih rupa menjadi lebih maju, infrastruktur lengkap, bahkan mempunyai fasilitas berkelas dunia. Ingin lebih banyak tahu tentang inspirasi destinasi dan ekonomi kreatif yang ada di Mandalika dan sekitarnya? Follow akun Instagram @pesona.indonesia dan ikuti kegiatan Pesona Punya Kuis (PUKIS) dan dapatkan hadiah menarik untuk Anda. Berikut kesiapan Mandalika dalam menyambut wisatawan :

1. Dukungan Transportasi

Untuk sektor transportasi, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 21,2 miliar. Dana ini digunakan untuk menyiapkan bus (bus besar, bus sedang, dan bus kecil), shuttle bus khusus di kawasan Mandalika, lampu-lampu jalan, dan halte.

Dukungan transportasi ini tersedia di sejumlah titik, yaitu di pusat Kota Mataram, Bandara Zainuddin Abdul Majid (Bizam), Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Kayangan, serta di dalam kawasan Mandalika.

 

Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok Mandalika menjadi akses tercepat menuju Sirkuit Mandalika (Foto: Wonderfulimage.id/Marcell Lahea)

Jadi, Anda tidak perlu khawatir tentang cara mencapai Sirkuit Mandalika. Karena pilihan perjalanan laut, darat, atau udara di NTB memiliki titik-titik yang dilengkapi dengan fasilitas bus. Sementara itu, di area Sirkuit Mandalika terdapat shuttle bus dari area parkir menuju bagian sirkuit. Ini karena di area sirkuit ada pembatasan untuk akses kendaraan pribadi.

2. Infrastruktur telekomunikasi yang memadai

Pemerintah menyadari pentingnya akses komunikasi yang lancar dan jaringan internet yang memadai. Untuk itu, telah dibangun jaringan serat optik lebih dari 100 kilometer dan kapasitas lebih dari 550 GB.

Untuk fixed broadband, disediakan WiFi hingga kecepatan sekitar 100 MBps. Sementara itu, untuk mobile broadband, tersedia cukup lengkap dari sejumlah operator selular besar di Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL dengan kecepatan hingga 50 MBps.

Tidak hanya itu, jaringan 4G dan 5G juga tengah disiapkan di sekitar Sirkuit Mandalika dan tempat-tempat umum, seperti hotel, restoran, dan sejumlah obyek wisata. Kawasan NTB memang mengalami perubahan yang cukup pesat di sektor telekomunikasi berkat kehadiran Sirkuit Mandalika.

Dengan dukungan fasilitas internet dan sinyal komunikasi yang kuat saat ini, tidak ada alasan kekhawatiran akan fear of missing out (FOMO) ketika mengunjungi Mandalika. Anda bisa merekam situasi lomba balap, bahkan destinasi wisata sekitar Mandalika dan mengunggahnya di media sosial untuk berbagi pada banyak orang.

3. Akomodasi yang nyaman

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, ketersediaan akomodasi menjadi salah satu prioritas utama untuk menyambut turis domestik dan mancanegara, dengan target sekitar 100.000 orang.

Saat ini, telah tersedia sekitar 23.000 hotel dan penginapan di sekitar NTB, termasuk homestay di sejumlah desa wisata. Namun, untuk mengantisipasi antusiasme tinggi dari wisatawan yang datang ke Mandalika, berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi.

Di antaranya mendorong lebih banyak homestay di NTB dan tempat penginapan lainnya. Tidak hanya sekadar membangun akomodasi, Sandiaga menekankan pentingnya sertifikasi CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan, dan Environmental Sustainability/Kelestarian Lingkungan) untuk akomodasi.

Adanya sertifikasi CHSE ini tentunya akan membuat setiap wisatawan merasa aman dan nyaman. Ini karena akomodasi atau tempat menginap terbilang berkualitas dan memenuhi standar meskipun belum lama dibangun. Anda pun tidak perlu memusingkan kondisi tempat menginap, asalkan tempat menginap telah menggenggam sertifikat CHSE.

Menariknya lagi, tersedia akomodasi kekinian di sekitar Sirkuit Mandalika. Di sekitar kawasan Mandalika disediakan area camping ground untuk mewadahi kebutuhan peminat glamping dan kabin menginap yang dekat dengan area sirkuit. Anda pun bisa merasakan serunya menginap dengan suasana tenda yang dekat dengan acara berkelas dunia.

4. Kuliner yang menggoda

 

 Beberuk Terong dan Ayam Taliwang (Foto : Kemenparekraf)

Mendapatkan kuliner khas NTB pun semakin mudah berkat restoran dan rumah makan yang mulai menjamur. Anda bisa mencarinya di sekitar pusat kota Mataram, Lombok, atau di sekitar Mandalika. Begitu juga dengan camilan atau oleh-oleh khas NTB yang bisa didapatkan di pusat oleh-oleh dan desa wisata. Jangan lupa, tetap terapkan protokol kesehatan ketika berwisata kuliner di sekitar Mandalika.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah restoran atau rumah makan tersebut sebaiknya telah mengantongi sertifikat CHSE sehingga bersantap pun tanpa rasa khawatir. Jika masih ragu, Anda bisa memeriksa status CHSE di situs web resmi Kemenparekraf.

5. Kerajinan Tangan yang Unik

 

Salah satu suvenir khas Lombok ini bisa jadi pilihan oleh-oleh. (Foto: Barry Kusuma).

Sempatkan waktu untuk berbelanja kerajinan khas NTB. Suvenir khas NTB bisa berupa kain tenun sasak, gerabah, ukir-ukiran kayu, serta mutiara yang semuanya indah dan unik. Tentunya ini akan menjadi daya pikat tersendiri di Mandalika.

Pemerintah memberikan dukungan penuh pada UMKM di sekitar NTB untuk memasarkan produknya saat event besar dunia digelar di sana. Anda pun bisa turut mendukung perekonomian setempat dengan cara membeli suvenir #BeliKreatifLokal khas NTB dari masyarakat setempat atau di sekitar desa-desa wisata.

Sandiaga mengharapkan event MotoGP di Mandalika dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di NTB. Tidak hanya dari hotel atau sarana hunian pariwisata (sarhunta), restoran, dan kerajinan lokal, tetapi seluruh tahapan pembangunan di Mandalika juga merasakan manfaat ekonomi. Dikutip dalam siaran pers Menparekraf, Sandiaga Uno mengatakan “Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan berkah ada 300 sarhunta yang siap menyambut event MotoGP yang diharapkan akan membawa keberkahan, kembalinya rezeki, membuka lapangan kerja, dan peluang usaha bagi masyarakat di Lombok Tengah. Selain itu, kami mendapat kabar tingkat hunian sarhunta di Lombok Tengah sudah mencapai 96 persen.”

Berkat pembangunan Sirkuit Mandalika dan gelaran event dunia, masyarakat NTB pun dipersiapkan untuk menyambut wisatawan dengan lebih ramah dan terbuka, kualitas layanan meningkat dan pengetahuan masyarakat akan pengalaman baru diharapkan semakin bertambah.

(CM)


(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *