
LONDON – Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa mereka akan mulai berkolaborasi bersama membuat senjata hipersonik dan “kemampuan perang elektronik”, sebagai bagian dari aliansi AUKUS baru mereka yang bertujuan untuk melawan China.
Ketiga negara mengatakan inisiatif bersama akan meningkatkan upaya yang ada untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang yang telah mereka sepakati ketika membentuk pakta pertahanan baru pada September tahun lalu.
“Kami berkomitmen hari ini untuk memulai kerja sama trilateral baru pada hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan peperangan elektronik, serta untuk memperluas berbagi informasi dan memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan,” kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.
Baca juga: AS Jual Lebih Banyak Pesawat Perang ke Eropa Senilai Rp24 Triliun, 8 Jet Tempur hingga Rudal
“Inisiatif ini akan menambah upaya kami yang ada untuk memperdalam kerja sama dalam kemampuan siber, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan kemampuan bawah laut tambahan,” lanjutnya.
Baca juga; AS Beri Lampu Hijau ke Negara-Negara NATO Pasok Jet Tempur ke Ukraina
“Seiring kemajuan pekerjaan kami dalam hal ini dan kemampuan pertahanan dan keamanan penting lainnya, kami akan mencari peluang untuk melibatkan sekutu dan mitra dekat,” ujarnya.
Rusia, China, AS, dan Korea Utara (Korut) memiliki semua uji peluncuran rudal hipersonik, yang diumumkan pada Selasa (5/4) hanya beberapa minggu setelah Moskow mengatakan telah meluncurkan mereka untuk pertama kalinya dalam perang di Ukraina.













