Israel Ngaku Tak Akan Usir Siapa Pun dari Gaza

SOERATKABAR.COM, Ljubljana – Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mengaku pihaknya “tidak berencana untuk mengusir atau mendeportasi siapa pun dari Jalur Gaza”. Hal ini diutarakan Sa’ar saat berkunjung ke Slovenia.

Ia mengatakan jika seseorang ingin meninggalkan Gaza “atas kemauan sendiri, dan ada negara yang bersedia menerimanya-seperti yang terjadi di wilayah konflik mana pun di dunia-kami tidak akan menentangnya,” ujar Sa’ar seperti dilansir AFP, Kamis (10/9/2026).

Beberapa anggota kabinet Israel sempat berbicara mengenai rencana untuk memindahkan seluruh 2 juta penduduk Palestina dari Gaza yang hancur akibat perang. Mereka sebagian besar menggambarkan inisiatif tersebut sebagai langkah sukarela, dengan alasan bahwa warga Palestina ingin pergi namun dihalangi oleh kelompok militan Hamas.

Sa’ar menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Ljubljana menjelang pembukaan kedutaan besar Israel di sana, di tengah upaya Slovenia untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Janez Janša.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Slovenia atas “persahabatan” karena telah “mendukung Israel di saat-saat penting”.

“Sebuah kedutaan besar lebih dari sekadar bendera yang berkibar di sebuah gedung. Ini adalah investasi dalam sebuah hubungan dan komitmen terhadap masa depannya. Dan itulah tepatnya yang akan kita lakukan bersama,” ujar Sa’ar.

“Israel mengingat sahabat-sahabatnya. Sebagaimana Anda telah mendukung kami, kami pun akan mendukung Anda,” katanya.

Pembukaan kedutaan besar Israel di Ljubljana menandai perubahan drastis dari kebijakan pemerintah Slovenia sebelumnya yang berhaluan kiri-tengah, yang sempat menjadi salah satu pihak paling vokal di Uni Eropa dalam mengkritik operasi militer Israel di Gaza. (dtk)