SOERATKABAR.COM, Banjarmasin – Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi mengunjungi RSUD Ulin, Banjarmasin, Senin (14/09/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi korban insiden KM Virgo Transport 8 yang tengah menjalani perawatan.
Muhammad Awaluddin menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Raharja memastikan pelayanan dan pemenuhan hak perlindungan bagi korban berjalan di tengah proses evakuasi dan pencarian yang masih berlangsung. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan ini. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terkait saat ini memastikan prioritas kami adalah proses evakuasi dan pencarian korban yang sedang berjalan. Atas nama negara, Jasa Raharja hadir untuk memberikan kepastian pelayanan dan santunan korban,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Jasa Raharja masih terus memonitor perkembangan jumlah korban meninggal dunia maupun korban luka-luka. Terkait perlindungan, sesuai ketentuan, korban meninggal dunia memperoleh santunan sebesar Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah. Sementara bagi korban luka-luka, Jasa Raharja memberikan biaya perawatan maksimal Rp20 juta.
Selain perlindungan dari Jasa Raharja, Awaluddin menyampaikan adanya perlindungan tambahan melalui Jasaraharja Putera selaku anak perusahaan Jasa Raharja. Perlindungan tersebut diberikan karena operator kapal telah bekerja sama dalam bentuk asuransi pengangkutan. “Khusus dari Jasarahrja Putera, kepada korban meninggal dunia akan diberikan santunan Rp20 juta, dan bagi yang mengalami luka-luka akan diberikan ekstra cover Rp10 juta. Ini bagian dari sebuah model kolaborasi,” katanya.
Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pendataan dan verifikasi korban berjalan dengan baik. “Kami terus melakukan koordinasi dengan semua pihak sehingga proses pendataan dan verifikasi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam proses penanganan korban, khususnya dalam pendataan dan verifikasi. “Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga pendataan tersebut sangat cepat. Setelah proses verifikasi dinyatakan valid, untuk korban meninggal dunia kami akan serahkan secepatnya,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa tim kembali menemukan satu korban selamat. Dengan demikian, total korban yang telah ditemukan mencapai 114 orang, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. “Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114, dengan rincian 108 selamat dan 6 meninggal dunia,” paparnya.
Menhub mengatakan, operasi pencarian akan terus dilakukan dengan dukungan kekuatan tambahan untuk mengoptimalkan upaya menemukan korban yang masih dalam pencarian. “Hari ini kita mendapatkan kekuatan untuk melakukan operasi pencarian sehingga akan lebih baik lagi. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk terus menemukan saudara-saudara kita yang mengalami musibah,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi pencarian hari ini melibatkan lima pesawat udara dari unsur Basarnas, Polri, TNI AL, dan BNPB. Sementara dari unsur laut, sebanyak 17 kapal dikerahkan untuk mendukung operasi, termasuk KRI Canopus.
Khusus KRI Canopus, Basarnas akan mengoptimalkan operasi under water dengan melibatkan personel Basarnas, Kopaska TNI AL, dan tim penyelam. Selain pengerahan unsur pencarian, posko pengaduan juga dibuka di Banjarmasin dan Surabaya. “Bila masyarakat yang memiliki tambahan informasi maupun membutuhkan informasi mengenai proses pencarian dapat menyampaikannya melalui posko tersebut untuk dilakukan pengecekan ulang,” ujar Kabasrnas. (*)













