SOERATKABAR.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya. Waketum PAN Eddy Soeparno mengatakan keputusan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
“Pada prinsipnya, menteri itu adalah pembantu presiden. Dan presiden memiliki kedaulatan, hak prerogatif, untuk melakukan penyesuaian di dalam pemerintahannya,” kata Eddy di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dia mengatakan PAN sebagai partai pendukung pemerintah akan mengikuti keputusan Prabowo terkait susunan kabinet. Dia memastikan partainya akan taat terhadap apa pun keputusan nanti.
“Apa pun, itu ada kedaulatan presiden. Kita sebagai partai yang mendukung Bapak Presiden, tentu taat dan patuh atas segala apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden berdasarkan hak prerogatifnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo tak menutup peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada momentum dua tahun pemerintahannya. Prabowo mengatakan para anggota kabinet semestinya sudah punya waktu yang cukup untuk membuktikan kinerjanya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara Program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9), menjawab pertanyaan jelang dua tahun pemerintahannya. Prabowo ditanya mengenai kepuasan terhadap anak buahnya dan peluang merombak kabinet.
“Atau Bapak merasa bahwa ‘Wah 2 tahun ini sudah waktunya saya melakukan evaluasi besar-besaran dan merombak kabinet saya’. Artinya akan ada reshuffle besar-besaran Pak? Yang mungkin Bapak pertimbangkan gitu ya,” tanya Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi.
“Jadi gini, kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke tapi saya katakan juga kepada tim, inget ya ibarat kita kesebelasan sepakbola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar,” jawab Prabowo.
Prabowo menerangkan ada sejumlah kementerian yang diistilahkan tidak berada garis depan. Menteri-menteri itu disebutnya bekerja sesuai kemampuan dan wewenangnya.
“Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing,” ujar dia.
Prabowo mengatakan reshuffle kabinet yang dilakukan terhadap anak buahnya perlu untuk menempatkan orang di posisi yang tepat. Namun, bisa juga karena kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan. (dtk)













