Kementerian Komunikasi dan Informatika

Jakarta Pusat, Kominfo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan telah menyiapkan dukungan komunikasi publik dan fasilitasi konektivitas untuk menyukseskan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022. 

“Dalam rangka komunikasi Recover Together Recover Stronger itu pesan kunci yang dipesan oleh Bapak Presiden, makna dan keuntungan Presidensi G20 bagi Indonesia. Ini pesan kunci yang pertama dan ulang-ulang disampaikan presiden,” jelasnya dalam Rapat Koordinasi Media dan Komunikasi G20 di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (15/11/2021).

Menteri Johnny menyatakan makna dan keuntungan dari Presidensi G20 bagi Indonesia adalah komunikasi yang paling efektif yang berkaitan dengan rakyat kecil. Oleh karena itu, setiap kementerian dan lembaga terkait memiliki peran penting, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Koperasi dan UKM.

“Karena itu memang pesan kuncinya resiliensi dan daya tahan di tengah pandemi,” tandasnya.

Dengan tema Presidensi G20 Indonesia “Recover Together Recover Stronger”, Menkominfo menyatakan isu lainnya yang juga menjadi perhatian bersama terkait makna dan keuntungan dari Presidensi G20 adalah percepatan dan pemulihan di seluruh bidang, baik di sektor keuangan maupun non keuangan. 

“Jadi sangat luas yang diminta oleh Presiden, sehingga ini barangkali yang menjadi perhatian kita terkait dengan pesan-pesan kunci. Maka kerja bersama kita yang harus kita atur disamping pekerjaan harian yang kita lakukan,” ujarnya.

Fasilitasi IMEI dan 5G

Menteri Johnny menjelaskan selama Presidensi G20 dipimpin Indonesia, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah fasilitas dari 118 pertemuan di 21 lokasi.

“Termasuk diantaranya 100 akun Webex yang digunakan dalam Presidensi G20 untuk pertemuan daring, server email G20 Indonesia.id untuk kepentingan semua rapat-rapat termasuk di working grup,” paparnya.

Selain itu, Menkominfo juga menyiapkan pembikaan terbatas untuk jaringan telekomunikasi seluler dan IMEI (International Mobile Equipment Identity).

“Satu yang tetap khusus kali ini yang harus kita siapkan yaitu IMEI. Jadi nanti kita akan buka secara terbatas fasilitas IMEI untuk delegasi dan tamu, karena ada ribuan orang yang datang, berarti harus ada ribuan IMEI juga yang harus dibuka dan ditutup,” ujarnya.

Selama Presidensi G20 2022 nanti, pemerintah akan memberikan fasilitas IMEI kepada delegasi dan tamu dari berbagai negara secara terbatas. Menurut Menteri Johnny, hal itu dilakukan karena Indonesia memiliki peraturan yang ketat guna mencegah penyelundupan ponsel dari luar negeri.

“Jadi yang masuk kesini kalau gak terdaftar handphone-nya, gak bisa pakai SIM Card di dalam negeri. Artinya bisa nyala (handphone) tapi tidak bisa pakai SIM Card, dia harus pakai SIM Card di negaranya sendiri karena dia terdaftar di IMEI negaranya,” tandasnya.

Dari sisi infrastruktur telekomunikasi, Menkominfo menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan kapasitas jaringan 4G dan 5G yang memadai di lokasi-lokasi pelaksanaan Presidensi G20 2022 sebagaimana yang juga dilakukan pada event nasional sebelumnya.

“Saya kira itu bisa dideploy (5G Experience), karena kita kan sudah coba waktu Asean Games, kita juga sudah coba waktu PON dan Peparnas. Kalau dulu frekuensinya sangat terbatas sekarang sudah jauh lebih banyak, jadi harusnya sudah lebih bagus,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, turut hadir Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko; Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo; dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara II, Kartika Wirjoatmodjo. 

Sementara itu, Menteri Johnny didampingi Sekretaris Jenderal, Mira Tayyiba; Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong; Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, dan Staf Khusus Menkominfo Dedy Permadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *