BERITA  

Guberur Kepri Terima Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional

 

* Best Integrated Digital Publik Service System & Best Governor for Empowerment and Education

Berbalut batik berwarna kuning emas dipadu celana hitam Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dengan tenang berjalan menaiki stage tempat dimana acara penganugerahan Indonesia Award 2021 dilaksanakan. Tepatnya di Consert Hall, INews Tower lantai 14, MNC Centre, yang berdiri megah di jalan Kebon Sirih kav. 17-19 Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021).

Nama mantan bupati Bintan selama dua periode ini pertama dipanggil dari tujuh figur penerima penghargaan oleh Hotman Paris dan Melani selaku yang membacakan nama-nama penerima Anugerah Indonesia Award 2021 sore kemaren.

 

Dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, di atas stage, Ansar Ahmad langsung meraih piala yang sudah disiapkan diatas meja, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sambil menghadap hadirin. Sorot matanya memperlihatkan jika ia sedang menebar senyum dari balik masker yang tidak pernah ia lepas.

Anugerah Indonesia Award 2021 diberikan untuk beberapa kategori, dan mantan legislator Senayan ini menerima anugerah dengan kategori ‘Integrated Digital Public Service System’. Penyerahannya dilakukan oleh Menteri BUMN Eric Tohir yang ditandai dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

Indonesia Award 2021  ini merupakan apresiasi tertinggi yang diberikan INews kepada para pemimpin daerah, tokoh nasional, dan lembaga di Indonesia yang dinilai telah banyak berkontribusi selama Indonesia dalam masa krisis. Penghargaan dibagi dalam dua kategori, yaitu penghargaan nasional dan penghargaan daerah terbaik meliputi gubernur, Bupati/Wali Kota, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dari belakang stage, usai menerima anugerah ‘Integrated Digital Public Service System’ Ansar berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau tanpa terkecuali. Diakuinya, banyak sekali yang punya andil hingga lahirnya penghargaan yang ia terima tersebut, termasuk para pemimpin-pemimpin Kepri sebelumnya.

“Saya yang menerima piala ini. Tapi percayalah, ini hasil kerjasama kita semua. Hasil kerjasama yang kita bina kini nyata hasilnya. Selanjutnya mari kita tingkatkan kolaborasi dan kerjasama kita demi Kepri yang kita cintai,” kata Ansar.

Selesai menerima anugerah Indonesia Award 2021 dari INews TV, dengan memanfaatkan waktu yang singkat Ansar mengganti baju batik yang ia pakai dengan baju batik lainnya dengan warna yang sama, namun motifnya berbeda.

Ansar bergegas menerobos padatnya lalu-lintas kota Jakarta menuju grand studio Metro TV di jalan Pilar Mas Raja Kav. A-D, Kedoya, Kebun Jeruk – Jakarta. Di stasiun TV yang sedang merayakan ulang tahun ke-21 itu Ansar juga didapuk untuk naik ke atas panggung guna menerima anugerah People Of The Year(POTY) 2021.

Dari Anugerah POTY 2021 ini, Ansar Ahmad terpilih menjadi yang terbaik untuk kategori ‘Best Governoor For Empowerment And Education’. Selain kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad, penghargaan dengan kategori yang sama juga diberikan kepada Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indarparawansa dan Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi.

Ansar Ahmad dan beberapa figur gubernur lainnya dinilai cukup menginspirasi masyarakat Indonesia atas sumbangsih dan kiprahnya selama ini untuk daerah dan Indonesia. Anugerah yang diberikan kali ini terbagi dalam 3 kategori, yaitu  kategori Governoors Of The Year, People Of The Year dan Lifetime Achievement.

 

Di atas stage, dengan pemberian waktu yang sangat singkat Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mendapatkan kesempatan berpidato, dan dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kepri dan Metro TV yang sedang merayakan ulang tahun ke-21.

“Semoga penghormatan dan penghargaan ini akan menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melanjutkan usaha pemberdayaan masyarakat melalui dunia pendidikan. Dengan terus meningkatkan IPM salah satunya dengan indeks di bidang pendidikan. Selain itu juga indeks daya beli masyarakat dan indeks kesehatan. Semoga ini menjadi anugerah bagi kita semua, khususnya masyarakat Kepulauan Riau yang kami cintai,” kata Ansar singkat lalu menutup pidatonya dengan sebait pantun untuk MetroTV, kemudian ia akhiri dengan salam.

Menanggapi isu negatif dari sejumlah media sosial (medsos) dan beberapa grup WhatsApp yang mengatakan jika anugerah POTY di Metro TV dan anugerah Indonesia Award di INews didapatkan karena pihak Pemprov Kepri telah membayar sejumlah uang kepada pihak TV terkait dan panitia penyelenggara.

Menurut Gubernur hal tersebut tidak benar dan berharap isu-isu seperti itu diminta Gubernur jangan sampai ada. Ansar menilai isu seperti itu sama sekali tidak mendidik, tidak membangun dan bahkan tidak mencerminkan sebagai bahasa yang keluar dari masyarakat Melayu yang selalu mengedepankan kesantunan dalam bertutur dan bertindak, bahkan cenderung provokatif.

“Pihak panitia sudah sejak jauh hari menghubungi kita melalui undangan resmi. Dan tidak serta-merta Kepri menjadi pemenang. Tapi ada seleksi dan eliminasi secara bertahap melalui tim penilai yang kita mengenal sangat kompeten dengan bidang keilmuannya. Jangan sampai isu kurang baik yang berkembang di internal kecil masyarakat kita tersebut menciderai perasaan banyak pihak. Kita sama-sama menjaga nama tim penilai dan penyelenggara, saya yakin mereka semua memiliki integritas yang tinggi dan tidak segampang itu mengobral integritasnya hanya untuk sejumlah rupiah. Dan saya tegaskan, kita memang tidak melakukan hal seperti itu,” tegas Ansar.

Sesuai dengan penjelasan dari undangan yang diterima Pemprov Kepri sebelumnya, bahwa jumlah total Dewan Juri untuk penilaian anugerah POTY sebanyak 7 orang yang terdiri dari Don Bosco Selamun selaku Presiden Direktur Metro TV, Arief Suditomo selaku Pemimpin Redaksi Metro TV, Kania Sutisnawinata CEO medcom.id.

Di samping itu ada nama Prof. Dr. Eko Prasojo selaku Guru Besar FISIP UI, Prof. Dr. Arif Satria Rektor IPB Bogor, Prof. Dr. dr Hari Kusnanto Epidemiolog UGM Yogyakarta, dan Hariyadi Sukamdani Ketua Umum APINDO.

Sebagaimana diketahui bahwa Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan para penerima anugerah lainnya telah melewati tahap demi tahap seleksi penjaringan yang dilakukan oleh 7 orang tim penilai untuk 34 Provinsi se Indonesia. Diawali dengan tahap babak 16 besar, kemudian berhasil lolos ke babak 8 besar dan dilanjutkan ke babak 5 besar, hingga akhirnya dipilih 3 Gubernur terbaik.

“Mari kita selalu berfikir positif menanggapi apapun yang sedang terjadi. Agar pikiran kita lapang sehingga ada ruang untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi yang kita miliki. Selalu saya sampaikan, mari kita bekerja dan jangan fokus pada apresiasi sehingga mengabaikan kualitas hasil. Tapi fokuslah bekerja untuk menjaga kualitas hasil, insya Allah apresiasi akan mengiringi,” pungkas Gubernur.