SAAT ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan untuk menuju endemi syaratnya banyak dan tak mudah.
Akibatnya sebagian besar masyarakat sudah merasa jenuh serta cemas karena pandemi yang tak kunjung usai ini. Terlebih, sebentar lagi kita akan memasuki momen Ramadan, di mana biasanya umat Muslim lebih sering berinteraksi satu sama lain.
Akan tetapi, Ramadan kali ini pun pandemi belum juga pergi. Sehingga, banyak dari mereka yang mulai frustasi menginginkan pandemi segera enyah dari muka bumi. Hal ini pun mendapatkan perhatian dari Psikolog Klinis Ratih Ibrahim.

Ratih mengatakan, jika kita tetap bisa menjaga kesehatan mental dengan kebahagiaan dalam hidup, maka kita yang akan menang melawan pandemi. Sehingga, hidup kita pun tak melulu tentang pandemi, mengeluhkan soal mentaati prokes, serta keluh kesah lainnya yang sering muncul.
“Tips bahagia itu, kita jadi orang harus realistis. Terkadang kebanyakan dari kita ini perfeksionis sehingga kesulitan menjalani hidup ketika kondisi mereka berubah,” kata Ratih dalam temu virtual Wall’s The Happiness Project pada Jumat (18/3/2022).
Selanjutnya, Ratih juga memberikan tips kepada kita untuk membuat rutinitas hidup yang positif. Misalnya, bangun pagi, berolahraga, makan, tidur, mandi di waktu yang sama setiap harinya. Serta penuhi hari-hari dengan aktivitas yang menyenangkan baik bersama keluarga atau sendirian.
Selain memenuhi hari-hari dengan aktivitas yang positif, Ratih mengatakan bahwa makanan juga berpengaruh terhadap mood kita.
Jika kita kekurangan nutrisi, otak akan menghasilkan sel perusak mood lebih banyak. Sehingga, kita pun akan terlihat murung sepanjang hari alih-alih tersenyum dan bahagia.
Terakhir, Ratih juga berpesan agar kita tidak pernah lupa untuk bersyukur. Karena menurutnya, sebanyak apapun harta yang kita punya, jika tak pandai bersyukur pun hidup tidak akan pernah terasa bahagia.
BACA JUGA: Tingkatkan Imunitas Tubuh di Tengah Pandemi, Rajin Olahraga dan Bahagia
“Bersyukur dalam setiap keadaan. Karena sekaya apapun kita, kalau nggak bersyukur ya bagaimana bisa bahagia,” tukasnya.
(DRM)













