5 Fakta Jokowi Turun Gunung Atasi Masalah Minyak Goreng hingga Mendag Prediksi Ada Penyelundupan : Okezone Economy

JAKARTA– Masalah harga dan kelangkaan minyak goreng belum terselesaikan. Malah bikin bingung karena stok diklaim banyak oleh Kementerian Perdagangan, tapi fakta di lapangan tak ada.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mencatat bahwa ada minyak goreng sekira 500 juta liter yang diklaim bisa mencukupi kebutuhan minyak seluruh rakyat Indonesia. Tapi lagi-lagi, banyak keluhan masyarakat yang tak dapat minyak.

Okezone merangkum fakta-fakta menarik terkait instruksi Presiden Jokowi soal minyak goreng hingga klaim stok melimpah, Sabtu (19/3/2022),

1. Jokowi Sidak Minyak Goreng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek langsung ketersediaan minyak goreng di sejumlah lokasi pasar dan toko swalayan. Hal ini dilakukan Presiden ketika berada di Yogyakarta pada Minggu pagi, 13 Maret 2022.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Masih Langka! Sekalinya Ada Dijual Rp18.000/Liter

Saat tiba di sebuah minimarket yang berada di Pasar Kembang, Yogyakarta pada pukul 09.05 WIB, Presiden langsung berjalan menuju tempat minyak goreng. Namun ketika itu, tidak ada stok minyak goreng.

“Sejak kapan tidak ada?” tanya Presiden. “Baru tadi pagi Pak,” jawab penjaga minimarket.

2. Presiden Ambil Sikap

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan bahwa Presiden akan segera memutuskan langkah-langkah strategis yang akan diambil pemerintah dalam waktu dekat terkait persoalan kelangkaan minyak goreng tersebut.

Kepala Negara juga akan segera mengadakan rapat bersama jajarannya selepas acara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Baca Juga: Subsidi Minyak Goreng Salah Sasaran, YLKI Sarankan Dilakukan Secara Tertutup

“Hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, sehingga dengan demikian direncanakan setelah kembali dari acara IKN ini, Presiden akan mengadakan rapat intern untuk segera memutuskan persoalan yang berkaitan dengan minyak goreng ini,” jelasnya.

3. Klaim Stok Melimpah

Dari pemantauan di pabrik minyak goreng PT Bina Karya Prima Gudang Ex Hargas (BKP) di Jakarta itu, puluhan juta liter minyak goreng diproduksi nonstop dan siap didistribusikan. Stok melimpah dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Hasil pantauan di PT BKP hari ini menunjukkan produksi minyak goreng yang melimpah. Kami juga akan terus memantau produksi minyak goreng di pabrik-pabrik lainnya untuk memastikan ketersediaan minyak goreng sehingga masyarakat dapat membeli sesuai kebutuhan sehari-hari,” jelas Mendag Lutfi.

4. Pedagang Kirim Surat ke Presiden Jokowi

Ketua Umum APPSI Sudaryono mengatakan, pedagang pasar merasa tidak mendapat keadilan dari distribusi minyak goreng program pemerintah. Mulai dari pendistribusian melalui ritel modern saja, hal itu sebagai bukti bahwa pemerintah cenderung berpihak ke ritel modern dibandingkan pedagang pasar tradisional.

“Kebijakan pemerintah yang mendahulukan dan memprioritaskan ritel modern dalam menjual minyak goreng dan kebutuhan pokok penting lainnya, pedagang pasar beranggapan pemerintah cenderung lebih berpihak kepada ritel modern dibanding dengan pedagang pasar rakyat,” kata Sudaryono.

Dengan tidak dilibatkannya pedagang pasar dalam menyalurkan dan/atau menjual komoditi bersubsidi, dia bilang, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah kalah dengan swasta.

5. Mendag Curiga Minyak Diselundupkan

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan ada mafia yang mempermaikan minyak goreng. Pasalnya, bila melihat data kebutuhan minyak goreng mestinya tercukupi dengan stok 570 juta liter minyak.

“Ini spekulasi kami ada orang-orang yang tidak sepatutnya dapat hasil dari minyak ini. Artinya misal masuk ke tempat industri,” ujar Mendag dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR.

Dia menjelaskan, minyak goreng yang seharusnya dikonsumsi masyarkat malah dialihkan ke industri. Selain itu, stok minyak goreng yang tak ada di pasar diselundupkan ke luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *