
JAKARTA – Laba bersih PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 39% dari USD123,3 juta menjadi USD75,1 juta. Pasalnya, EBITDA Archi pada tahun 2021 sebesar USD163,7 juta, lebih rendah 32% dibandingkan dengan USD240,4 juta pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Archi Indonesia Ken Crichton mengatakan, penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan biaya penambangan akibat dari meningkatnya jumlah material yang ditambang, kenaikan stripping ratio akibat dari penambangan bijih tahap awal di pit Araren tahap 5 dan pembukaan pit Araren yang baru, serta kenaikan biaya pengolahan seiring dengan jumlah bijih yang diproses yang lebih tinggi selama tahun 2021.
Namun, biaya penambangan per unit lebih rendah 11% menjadi AS$2,90 per ton. Di sisi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan konsolidasian Archi pada tahun 2021 juga hanya USD345,9 juta, lebih rendah 12% dibandingkan dengan USD393,3 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah dari 213,8 kilo ons menjadi 188,1 kilo ons.
Disampikan Ken, meskipun kinerja tahunan perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perseroan percaya jika langkah-langkah strategis yang telah dilakukan selama tahun 2021 akan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Meski begitu, secara keseluruhan, ARCI telah melakukan beberapa langkah positif selama tahun 2021, di mana perseroan berhasil membuka pit Alaskar yang baru, mengembangkan pit Araren tahap 5 serta meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan kami menjadi sebesar 4,0 juta ton per tahun.













