Kabar Buruk, Bursa Global hingga IHSG Diprediksi Ogah Menguat Akibat Risiko Ini

Jakarta: PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Oktober akan melemah dengan support-resistance di level 6.904-7.228 secara teknikal. Dengan demikian, potensi penguatan indeks saham utama domestik tersebut pada bulan ini masih akan terbatas.
 
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mengatakan analisis teknikal tersebut juga mempertimbangkan faktor fundamental makroekonomi dengan kekhawatiran akan resesi global masih meningkat, seiring inflasi yang tetap tinggi dan kebijakan pengetatan likuiditas oleh bank sentral.
 
“Karena itu, bursa global, termasuk, IHSG relatif akan cenderung tertekan,” kata Martha, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Oktober 2022.

Dia mengatakan sektor yang direkomendasi pada Oktober di tengah potensi koreksi teknikal tersebut serta jelang rilis laporan keuangan kuartal III-2022 adalah sektor perbankan, energi, dan industri. Untuk mengantisipasi pelemahan IHSG, dia merekomendasi dua saham defensif seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan kenaikan suku bunga menyikapi kenaikan harga BBM diprediksi menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi hingga dua kuartal ke depan. Meskipun demikian, dia optimistis Indonesia tidak akan jatuh ke dalam jurang resesi.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Indonesia tidak akan terkena resesi karena didukung oleh kinerja ekspor yang solid dan konsumsi rumah tangga yang kuat seiring dengan mobilitas penduduk yang terus membaik. Dengan demikian, memengaruhi ketahanan IHSG yang masih kuat untuk jangka menengah-panjang,” tuturnya.
 
Di sisi lain, Head of Marketing Innovation Mirae Asset Sekuritas Denny Eko Prasetyo mengatakan, Mirae Asset Sekuritas Indonesia berupaya mengedepankan inovasi digital dalam melakukan literasi keuangan. “Inovasi digital dengan menjalankan literasi keuangan adalah cara mencapai tujuan sederhana kami yaitu mendemokratisasi investasi,” tuturnya.
 
Capaian tersebut, tambahnya, bukan tujuan akhir, tetapi merupakan bagian dari proses panjang untuk lebih baik lagi kedepannya. Demokratisasi investasi, lanjutnya, diharapkan dapat membuat siapapun dan dimanapun dapat mengakses informasi keuangan serta dapat berinvestasi.

 

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *