
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah hingga 9.29 WIB masih melemah terhadap gerak USD yaitu di level Rp15.278 per USD atau melemah 0,18 persen.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya nilai tukar rupiah berada di level Rp15.251 per USD.
Adapun, rentang gerak rupiah hari ini berada di kisaran Rp15.275 per USD hingga Rp15.284 per USD. Sedangkan secara year to date (ytd) return terpantau sebesar 7,12 persen.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sementara menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah pagi ini berada di posisi Rp15.280 per USD atau melemah 0,21 persen.
Mengutip Antara, Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan rupiah melemah karena tekanan sentimen global terutama data ketenagakerjaan AS.
“Tekanan terhadap rupiah masih cukup besar, lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global setelah data ketenagakerjaan AS mencatatkan penurunan, lebih rendah dari perkiraan,” kata Rully.
Dolar AS menguat setelah data AS menunjukkan pengusaha mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan untuk September.
Data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) mencapai 263 ribu tenaga kerja pada bulan lalu, lebih tinggi dari perkiraan 250 ribu tenaga kerja.
Dengan data tersebut, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan tetap pada kebijakan pengetatan agresif saat ini.
Sejumlah pejabat The Fed juga memperkuat pandangan bahwa bank sentral belum selesai menaikkan suku bunga karena berupaya menjinakkan inflasi dan suku bunga diperkirakan akan naik lebih jauh.
Data inflasi AS yang akan dirilis minggu ini akan diawasi dengan ketat dan dapat berpengaruh dalam menetapkan ekspektasi investor untuk The Fed.
“Minggu ini kemungkinan tekanannya masih akan besar. Pasar menunggu data inflasi AS yang kemungkinan masih akan tetap tinggi,” ujar Rully.
Rully memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp15.250 per USD hingga Rp15.315 per USD.
(ANN)













