
Salah satunya, Arak Bako yang menjadi salah satu rangkaian acara penting dalam prosesi perkawinan. Arak Bako merupakan prosesi arak-arakan mempelai perempuan atau disebut anak daro yang oleh saudara perempuan dari pihak ayah (bako).
“Tradisi ini merupakan bentuk ungkapan kegembiraan pihak Bako, kepada anak pisang yang akan menikah,” kata reporter Metro TV Nurul Zenita dalam tayangan Newsline di Metro TV, Minggu, 9 Oktober 2022.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Arak Bako biasa diselenggarakan usai pengantin melaksanakan akad nikah dan menjelang resepsi pernikahan.
Tradisi dilakukan dengan cara berjalan kaki dari rumah Induak Bako, menuju rumah orang tua anak daro. Rombongan arak membentuk satu barisan panjang ke belakang.
Posisi terdepan, ditempati anak daro. Posisi kedua, ditempati tuo arak bako atau orang yang biasanya perempuan tertua dan terbijaksana di lingkungan bako si anak daro. Sedangkan posisi ketiga dan seterusnya, ditempati oleh pihak keluarga bako si anak daro. Semakin belakang posisi barisan, menunjukkan semakin jauh relasi kekerabatannya dengan pihak Bako.
Rombongan Arak Bako datang ke rumah anak daro, dengan membawa beberapa hantaran, yang diperuntukan langsung untuk Anak Daro. Hantaran tersebut dijunjung di atas kepala oleh peserta arak-arakan.
Selain Arak Bako, acara Baralek Gadang ini juga menyajikan hiburan lain, seperti tari pasambahan, tari piring, serta makan baronjin. (Ainun Kusumaningrum)
(SUR)













