
Rudal-rudal itu menyerang sebelum fajar pada Kamis lalu dengan tiga pendaratan di pusat kota. “Total, 17 orang tewas,” kata Layanan Darurat Negara Ukraina di Telegram, dilansir dari AFP, Minggu, 9 Oktober 2022.
Jumlah korban telah berulang kali meningkat sejak penghitungan awal satu orang tewas. Pada Sabtu kemarin, korban tewas dilaporkan 14, berarti bertambah tiga sejak penghitungan terakhir.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sebuah bangunan tempat tinggal lima lantai di jalan utama hampir rata dengan tanah. Presiden Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut dan mengatakan, Zaporizhzhia menjadi sasaran serangan roket besar-besaran setiap hari.
“Hal itu seperti kejahatan yang disengaja,” katanya.
Kota yang dikuasai Ukraina terletak di wilayah Zaporizhzhia, juga rumah bagi pembangkit nuklir yang diduduki Rusia yang telah menjadi lokasi penembakan berat. Moskow mengklaim telah mencaplok wilayah itu meskipun pasukannya tidak mengendalikan semuanya.
Ukraina mengatakan sedikitnya 30 orang tewas pekan lalu ketika konvoi mobil sipil di wilayah Zaporizhzhia ditembaki dalam serangan yang dituduhkan Kiev dilakukan oleh Moskow.
Baca juga: Dipukul Mundur Ukraina, Rusia Tunjuk Jenderal Baru untuk Pimpin Serangan
(FJR)













