SOERATKABAR.COM, Jakarta – Otoritas yang menangani urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyiapkan kereta khusus yang membantu jemaah melepas pakaian ihram. Fasilitas ini bisa digunakan tanpa biaya alias gratis.
Dengan begitu, jemaah haji dan umrah mendapat kemudahan layanan setelah menyelesaikan rangkaian tawaf dan sa’i di Masjidil Haram. Layanan bisa digunakan oleh jemaah perempuan maupun laki-laki.
Dilansir dari situs Ajel SA pada Selasa (18/8/2026), kereta tersebut ditempatkan di Pintu Marwah agar bisa diakses dengan mudah usai jemaah tawaf dan sa’i. Penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya otoritas meningkatkan kenyamanan sekaligus membantu menata pergerakan jemaah di area Masjidil Haram.
Kereta pelepas ihram bisa digunakan secara gratis oleh seluruh jemaah dan ditujukan membantu jemaah lanjut usia serta penyandang disabilitas. Adanya fasilitas itu membuat jemaah mendapat bantuan setelah menyelesaikan ibadah tanpa harus mencari layanan tambahan di area Masjidil Haram.
Otoritas menyatakan penyediaan kereta khusus itu jadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan jemaah dan pengunjung Masjidil Haram. Fasilitas juga diarahkan membuat perjalanan spiritual jemaah berlangsung lebih nyaman dan terorganisir, terutama setelah mereka menyelesaikan tawaf dan sa’i.
Beberapa waktu lalu, Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga membagikan waktu terbaik jemaah ke Masjidil Haram untuk menghindari kepadatan saat tawaf maupun sa’i. Dikutip dari Saudi Gazette, tingkat kepadatan pengunjung tergolong rendah pada pukul 22.00-04.00 dan 09.00-16.00.
Kepadatan berada pada tingkat sedang pada pukul 05.00-08.00, sedangkan periode 17.00-21.00 menjadi waktu dengan tingkat kepadatan tinggi. Otoritas menekankan, perencanaan sejak awal dapat membantu menjaga kelancaran pergerakan jemaah di dalam Masjidil Haram. Jemaah juga diimbau memanfaatkan layanan digital yang tersedia untuk memantau kondisi kepadatan secara langsung.
Dengan memantau indikator kepadatan, jemaah dapat menentukan waktu yang lebih tepat untuk melaksanakan ibadah. Langkah tersebut diharapkan membuat aktivitas tawaf dan sai berjalan lebih tertib, aman, serta nyaman bagi seluruh jemaah. (dtk)













