
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menegaskan, dalam Operasi Zebra Jaya pihaknya meniadakan razia yang menetap di suatu titik. Kepolisian juga tidak langsung melakukan penindakan terhadap pelanggaran.
“Kita tidak seperti dulu operasi stasioner, itu menghentikan, memeriksa itu enggak ada. Tapi misalnya anggota lagi jaga menemukan pelanggaran yang kasat mata, akan kita lakukan penindakan,” kata Latif, Sabtu, 1 Oktober 2022.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Penindakan kan bukan harus menilang. Bisa saja memberikan peringatan. Tilang adalah (langkah) yang paling terakhir,” imbuhnya.
Walaupun masih menerapkan model penilangan secara manual, Latif menjelaskan bahwa pihaknya juga akan menggunakan model penilangan secara elektronik. Kepolisian akan memanfaatkan electronic traffic law enforcement (E-TLE).
Dalam operasi Zebra Jaya, ditegaskan Latif berfokus pada penindakan pelanggaran yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Seperti melawan arus dan berkendara dalam kondisi mabuk.
“Iya tentunya apa yang potensial laka lantas. Seperti pengguna dalam keadaan mabuk, melawan arus kan begitu, yang kayak begitu yang sangat membahayakan begitu kan,” terangnya.
Dalam Operasi Zebra Jaya kali ini, Polda Metro menggandeng beberapa pihak seperti TNI, Dishub, dan Satpol PP. Total personel yang akan dikerahkan nanti berkisar 3.000 personel. (Khoerun Nadif Rahmat)
(END)













